Hari ini, 13 Februari 2019, KKN PAR (Partisipatory Action Research) STAI Al Hikmah Tuban 2019 kelompok desa Tingkis, mengadakan Pelatihan Kewirausahaan & Ketrampilan Handy Craft bagi ibu-ibu PKK desa Tingkis Singgahan kabupaten Tuban. Kegiatan ini bertemakan “Peningkatan Produktifitas Sukun Menjadi Makanan Ringan”. Kegiatan ini dihadiri mayoritas ibu-ibu PKK dan para pamong desa.

Menurut ibu Lurah (PJ), Dra. Khoirul Ummah, S. Pd, desa Tingkis itu subur, tumbuh banyak pohon sukun dan mempunyai panorama yang indah dan alhamdulillah sudah ditingkatkan menjadi desa Pariwisata oleh Pemkab Tuban. Namun kami belum mempunyai produk unggulan desa Tingkis.

Berkaitan itulah, mahasiswa KKN STAI Al Hikmah Tuban memberikan dampingan untuk membuat handy craft dari bahan bekas ale-ale menjadi barang-barang yang bernilai jual. seperti tas, tempat tissu, tempat minum gelas, keranjang baju kotor dll. Selain itu mahasiswi KKN PAR STAI Al Hikmah Tuban 2019 Kelompok desa Tingkis juga berkolaborasi dengan IDFoS Bojonegoro untuk memberikan pelatihan kewirausahaan dan Ketrampilan handycraft. Tujuan diadakannya kegiatan ini menurut Ibu Fathonah K. Daud, Lc., M. Phil, selaku DPL KKN, untuk memberikan wawasan bagaimana membudidayakan hasil kebun sukun menjadi makanan ringan yang kreatif dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Dengan variatifnya pengolahan sukun menjadi makanan ringan, maka akan lebih diminati dan apabila untuk dikonsumsi sendiri juga tidak membosankan.

Pemateri dari IDFoS adalah ibu Laily Mubarokah, S. Pd. dan Ibu Indah Triwahyuni. Hasil dari pelatihan ini ditemukan puluhan jenis snack dari bahan sukun. Seperti kripik dg aneka rasa, stik, donut, cake sukun, pizza, brownis sukun, sambal kering sukun, nuget manis dll. Termasuk sukun juga bisa dijadikan tepung sukun dan pucuk daun sukun bisa dijadikan teh yang fungsinya juga sebagai obat bagi gagal ginjal, jantung koroner dan gangguan hati. Dimana sukun mempunyai kandungan patinya 75%, glukosa 31%, protein 5% dan lemak 2%.

Sementara menurut pak Kades (PJ), Drs. Muharoh, MM atau yang lebih dikenal dengan sebutan pak Harjo, bahwa desa Tingkis sudah difasilitasi Dinas Pariwisata Pemkab Tuban yang antaranya berupa river fun tubing dan beberapa fasilitas menarik lainnya untuk selfi atau berfoto-foto dengan latang belakang air terjun. Harapan beliau, semoga dengan adanya mahasiswi KKN ini bisa menaikkan popularitas desa Tingkis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *