Masyarakat Desa Bate Kecamatan bangilan 90 persen merupakan petani yang memiliki Sapi. Sehingga, timbul penumpukan kotoran Sapi yang Seharusnya dapat dimanfaatkan dengan lebih Baik. Jika dipandang dari satu sudut pandang, bahwa kotoran sapi yang menumpuk tentu akan berdampak negatif, khususnya jika musim penghujan. Namun, dampak negatif ini dapat diubah menjadi sesuatu yang positif dengan adanya suatu Inovasi. Hal ini sejalan dengan tema KKN STAI AL HIKMAH TUBAN yang mengusung metode Participatory Action Research (PAR), dimana selain membahas tentang masalah yang ada, metode ini juga dimanfaatkan untuk menggali potensi yang ada di suatu wilayah atau desa.

Berbekal dengan beberapa teknik yang telah diajarkan pada saat pembekalan selama dua hari, Mahasiswi KKN PAR STAI AL HIKMAH TUBAN mengumpulkan data data yang ada di masyarakat dengan teknik-teknik tersebut. Di samping itu, dilakukan pula Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan perwakilan elemen-elemen di desa, misalnya paguyuban, ketua RT dan RW, kelompok tani, guru, remaja masjid, serta para perangkat desa. Dari situlah tergali masalah serta potensi yang nantinya akan mampu mengangkat Desa Bate dengan inovasi yang ada, dalam hal ini adalah pemanfaatan kotoran sapi untuk diolah menjadi biogas yang bernilai guna dan bernilai jual yang cukup tinggi.

Sebagai tindak lanjut akan hal tersebut, Hari Senin 19 Agustus 2019, bertempat di Balai Desa Bate Kecamatan Bangilan diadakan pelatihan pengelolaan kotoran Sapi menjadi biogas serta Peluang bisnisnya dengan Pemateri Tim TPID Kecamatan bangilan serta Dari Jagongan matoh dan Disperindag Kabupaten Tuban. Kegiatan ini difasilitaai Oleh Tim KKN PAR STAI AL HIKMAH TUBAN dengan peserta yang cukup banyak dari masing-masing elemen desa, yaitu paguyuban, ketua RT dan RW, kelompok tani, guru, remaja masjid, serta para perangkat desa.

“kami berharap bahwa dengan adanya pelatihan ini, desa bate dapat terus berkembang” Kata Kepala desa bate

Kepala Tim TPID bapak Harun juga menyatakan bahwa “Tanpa Inovasi desa akan tertinggal sehingga dengan pemanfaatan kotoran Sapi akan menjadi Inovasi yang luar biasa” Dalam acara ini, TIM TPID berfokus pada penjelasan terkait teknik pengolahan kotoran Sapi. Sedangkan Tim Jagongan matoh Dan Disperindag menyampaikan tentang Peluang bisnis tentang biogas tersebut.

Dosen pembimbing lapangan Niswatin Nurul Hidayati berharap bahwa Aksi nyata mahasiswa STAI Al Hikmah Tuban untuk memfasilitasi masyarakat desa bate ini saat dapat terus ditindaklanjuti sampai Nanti program ini terus berjalan demi Inovasi desa yang lebih Baik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *