Jurusan perbankan cukup dikenal di Indonesia karena berkaitan langsung dengan dunia keuangan, layanan nasabah, kredit, dan pengelolaan transaksi. Selain jurusan perbankan konvensional, ada juga Jurusan Perbankan Syariah yang menggunakan prinsip syariah dan tidak menerapkan sistem bunga seperti pada perbankan konvensional.
Meski berbeda prinsip, keduanya tetap memiliki dasar ilmu perbankan dan keuangan yang kuat. Artikel ini akan membahas Jurusan Perbankan Syariah, materi yang dipelajari, perbedaannya dengan perbankan biasa, serta peluang kerja lulusannya.
Mengenal Jurusan Perbankan Syariah
Jurusan Perbankan Syariah mempelajari sistem perbankan dan keuangan berdasarkan prinsip syariah, termasuk transaksi tanpa riba serta penerapan akad dalam produk dan layanan keuangan. Mahasiswa juga belajar operasional bank, pembiayaan, manajemen risiko, administrasi, dan pelayanan nasabah.
Program studi ini tersedia pada jenjang diploma hingga sarjana. Untuk jenjang S1, lulusan umumnya memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.), sedangkan gelar pada jenjang diploma menyesuaikan ketentuan masing-masing perguruan tinggi.
Jurusan ini sering dianggap hanya mengarah ke bank syariah. Padahal, kompetensi yang dipelajari tetap mencakup ilmu perbankan dan keuangan secara luas sehingga lulusannya juga dapat berkarier di bank konvensional maupun sektor keuangan lainnya.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Perbankan Syariah?
Materi di Jurusan Perbankan Syariah merupakan gabungan antara ilmu perbankan, ekonomi, manajemen, dan prinsip syariah. Mahasiswa akan belajar bagaimana lembaga keuangan bekerja sekaligus memahami aturan yang digunakan dalam transaksi syariah.
Beberapa mata kuliah yang umum dipelajari antara lain:
- Dasar-Dasar Perbankan Syariah, membahas sistem operasional bank syariah dan perbedaannya dengan bank konvensional.
- Ekonomi Islam, mempelajari konsep ekonomi berdasarkan prinsip dan nilai syariah.
- Fiqih Muamalah, membahas aturan transaksi, akad, jual beli, sewa, dan pembiayaan dalam perspektif syariah.
- Akuntansi Syariah, mempelajari pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan syariah.
- Manajemen Keuangan Syariah, membahas pengelolaan dana dan keputusan keuangan sesuai prinsip syariah.
- Produk dan Layanan Perbankan Syariah, mempelajari tabungan, deposito, pembiayaan, serta berbagai akad yang digunakan bank syariah.
- Manajemen Risiko, membahas cara mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam kegiatan perbankan.
- Analisis Pembiayaan, mempelajari cara menilai kelayakan nasabah atau usaha sebelum pembiayaan diberikan.
- Hukum Perbankan, membahas regulasi dan ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan perbankan.
- Teknologi Perbankan, mempelajari penggunaan sistem digital dan teknologi dalam layanan keuangan modern.
Dengan materi tersebut, mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah tidak hanya memahami teori syariah, tetapi juga memperoleh kemampuan teknis yang dibutuhkan di dunia perbankan dan industri keuangan.
Bedanya Jurusan Perbankan Syariah dan Jurusan Perbankan Biasa

Jurusan Perbankan Syariah dan jurusan perbankan biasa sama-sama mempelajari dunia keuangan, operasional bank, pelayanan nasabah, analisis pembiayaan, dan manajemen risiko. Perbedaan utamanya terletak pada prinsip yang digunakan serta beberapa materi khusus yang dipelajari.
1. Prinsip Perbankan yang Dipelajari
Jurusan Perbankan Syariah menggunakan prinsip syariah sebagai dasar pembelajaran. Mahasiswa mempelajari transaksi yang menghindari riba serta menggunakan akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah.
Sementara itu, jurusan perbankan biasa lebih berfokus pada sistem perbankan konvensional, termasuk kredit, bunga, simpanan, investasi, dan produk keuangan umum.
2. Materi Kuliah
Mahasiswa Perbankan Syariah mendapatkan materi tambahan seperti fiqih muamalah, ekonomi Islam, akuntansi syariah, dan manajemen keuangan syariah.
Pada jurusan perbankan konvensional, materi lebih banyak diarahkan pada operasional bank umum, manajemen kredit, pemasaran jasa keuangan, analisis keuangan, serta produk perbankan konvensional.
3. Sistem Pembiayaan
Perbankan syariah menggunakan konsep seperti bagi hasil, margin, dan akad tertentu sesuai jenis transaksi. Sistem bunga tidak digunakan sebagai dasar utama dalam pembiayaan.
Sebaliknya, perbankan konvensional menggunakan bunga sebagai salah satu komponen dalam kredit maupun produk simpanan tertentu.
4. Produk Perbankan
Mahasiswa Perbankan Syariah mempelajari produk seperti tabungan syariah, deposito syariah, pembiayaan murabahah, serta pembiayaan berbasis bagi hasil.
Jurusan perbankan biasa lebih banyak membahas produk seperti tabungan, deposito, kredit konsumtif, kredit usaha, kartu kredit, dan berbagai layanan bank konvensional.
5. Arah Karier
Keduanya sama-sama memiliki peluang kerja di sektor perbankan dan keuangan. Namun, lulusan Perbankan Syariah memiliki bekal tambahan untuk bekerja di bank syariah maupun lembaga keuangan berbasis syariah.
Meski begitu, lulusan Perbankan Syariah tetap dapat bekerja di bank konvensional karena banyak kompetensi dasarnya tetap sama, terutama pada bidang pelayanan, administrasi, analisis keuangan, dan operasional bank.
Apakah Lulusan Jurusan Perbankan Syariah Bisa Kerja di Bidang Perbankan Biasa?
Ya, tentu bisa. Lulusan Jurusan Perbankan Syariah tidak harus bekerja di bank syariah. Selama memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, lulusan jurusan ini juga dapat melamar ke bank konvensional maupun lembaga keuangan lainnya.
Hal ini karena mahasiswa Perbankan Syariah tetap mempelajari banyak kompetensi yang digunakan di dunia perbankan secara umum, seperti pelayanan nasabah, analisis pembiayaan, manajemen risiko, administrasi keuangan, akuntansi, hingga operasional bank.
Beberapa posisi yang dapat dicoba antara lain customer service, teller, account officer, relationship officer, analis pembiayaan atau kredit, staf administrasi keuangan, hingga posisi lain yang berkaitan dengan operasional perbankan.
Jadi, memilih Jurusan Perbankan Syariah tidak membuat pilihan karier Anda menjadi sempit. Justru, Anda memiliki bekal untuk memahami sistem perbankan syariah sekaligus tetap dapat bersaing di sektor perbankan konvensional dan industri keuangan lainnya.
Jurusan Perbankan Syariah dan perbankan konvensional sama-sama mempelajari dunia keuangan dan operasional bank, tetapi menggunakan pendekatan yang berbeda. Perbankan Syariah menekankan prinsip syariah dan akad, sedangkan perbankan konvensional menggunakan sistem keuangan umum yang mengenal bunga dan kredit.
Bagi Anda yang tertarik pada dunia perbankan, keduanya tetap memiliki peluang karier yang luas. Lulusan Perbankan Syariah juga tidak terbatas bekerja di bank syariah karena kompetensinya tetap relevan untuk bank konvensional, lembaga pembiayaan, hingga sektor keuangan lainnya.

